Riza Aditya mengatakan bahwa untuk penghapusan iuran di Rusunawa tidak bisa direalisasikan, karena saat ini pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan.
“Pemerintahan kota sudah menganggarkan pemeliharaan dan perbaikan, kalaupun ingin kita meringankan beban penghuni warga kampung manggis tentu menurunkan biaya sewanya saja.
Biaya yang tidak terlalu memberatkan bagi warga masyarakat yang tinggal di sini,” jelasnya.
Dilanjutkannya bahwa untuk usulan pengadaan listrik per KK, beliau menyatakan akan langsung berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan Kota dan PLN.
Tentu saja hal ini tidak bisa dilaksanakan pada tahun sekarang. Pasalnya menurut beliau anggaran 2023 sudah final dan diketukpalukan.
“Tahun ini kita sudah ketuk palu anggaran tapi saya berjanji akan mengusahakannya di tahun 2024. Doakan saja saya mampu mengatasi permasalahan ini.
Keluhan Warga Rusunawa Kampung Manggis
Kita akan koordinasikan dengan pemerintahan kota dan juga pihak PLN. Ini akan menjadi prioritas utama bagi kami nantinya,” janjinya.















