MCE 2018 diikuti oleh 140 peserta, mereka berasal dari 14 kota dan kabupaten di Indonesia dan 11 kementerian. Pameran produk unggulan yang menjadi kegiatan rutin tahunan Kota Malang ini dibuka secara resmi oleh Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi.
“Melalui event kali ini diharapkan dapat menarik 25 ribu orang pengunjung dengan omzet kurang lebih Rp 4 miliar” ujar Yani, panggilan akrab perempuan berjilbab ini.
![]() |
| Malang City Expo 2018 Menargetkan Transaksi Sekitar Rp 4 Miliar |
Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi Dan UKM, I Wayan Dipta juga hadir. Sementara itu, Wahid Wahyudi mengatakan Kota Malang adalah Kota yang berkembang melalui industri kecil menengah (IKM), industri besar, juga UMKM dan industri kreatif.
Malang City Expo 2018 Menargetkan Transaksi Sekitar Rp 4 Miliar
“Sudah sepantasnya Kota Malang mengembangkan ekonomi berbasis kreatif karena industri kreatif adalah pondasi ekonomi Indonesia dan UMKM merupakan pondasi ekonomi kerakyatan” tegas Wahid. Pengalaman menunjukkan, lanjut Wahid bahwa saat krisis ekonomi di tahun 1998, hanya UMKM dan industri kreatif yang tidak terpengaruh.
Untuk itu, Pemerintah Kota Malang berkomitmen untk mengembangkan UMKM dan ekonomi kreatif. “Pemerintah harus mendorong dan mendukung tumbuh kembangnya UMKM dan ekonomi kreatif, supaya produk lokal Kota Malang bisa bersaing di kancah nasional bahkan internasional,” lanjutnya.
Wahid juga membeberkan persoalan yang kerap membelit pelaku usaha kecil menengah, juga pelaku ekonomi kreatif. Empat persoalan dibeberkan Wahid yakni sumber daya manusia, tampilan produk, permodalan, dan pemasaran.











