Pejuang kemerdekaan
Prabowo mengenang tokoh kelahiran Jakarta, 6 Juni 1931, tersebut sebagai pejuang kemerdekaan yang meniti karier dari bawah hingga menjadi jenderal.
Eddie Nalapraya juga dikenal memiliki jasa besar dalam melestarikan dan membina pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Sebagai tokoh yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa, almarhum dianugerahi Bintang Mahaputera, salah satu tanda kehormatan tertinggi dari negara.
Selama lebih dari dua dekade memimpin Pengurus Besar IPSI, Eddie memopulerkan pencak silat hingga tingkat internasional.
Dalam masa kepemimpinannya, pencak silat dapat dipertandingkan di panggung internasional untuk pertama kalinya pada SEA Games 1987.
Pencak silat bahkan diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 12 Desember 2019.
”Beliau sangat rajin keliling seluruh dunia, keliling seluruh Tanah Air. Sehingga bisa dikatakan, kalau ditanya siapa itu Ketua Umum IPSI, jawabannya adalah Eddie Nalapraya. Kalau saya ditanya, Pak Prabowo, Pak Prabowo apa? Saya penggantinya,” tutur Presiden.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun merasa sangat kehilangan sosok Eddie Nalapraya yang telah membawa harum nama pencak silat Indonesia ke dunia internasional.
Mayjen (Purn) Eddie Nalapraya Berpulang, Eddie Nalapraya juga sosok yang baik, bahkan dua bulan lalu, ia bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno masih bersilaturahmi sambil membahas pencak silat.
”Saya menjadi saksi bahwa Pak Eddie orang yang sangat baik, berjasa bagi bangsa, negara, Jakarta, dan masyarakat Betawi. Terutama bagi pencak silat yang mendunia karena peran beliau,” katanya.
Menurut Rano, Eddie adalah tokoh Betawi yang sangat luar biasa. Almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai nasionalis dan pemersatu bangsa.
Eddie juga berhasil membawa pencak silat Indonesia ke Olimpiade tingkat internasional.










