Beliau mengingatkan bahwa melalui Isra Mi’raj ini terdapat tiga poin yang menjadi highlight untuk bisa dijadikan patron kehidupan bagi insan manusia.
“Ada tiga patrap perilaku yang dicontohkan dalam kisah isra’ mi’raj.
Pertama dalam kehidupan setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
Kedua sebutbya selalu mensucikan jiwa dengan melakukan amal kebaikan dan bertaubat atas dosa-dosa yang diperbuat, serta yang terakhir dalam menjalankan hidup mesti memili.
Setiap pilihan memiliki resikonya masing-masing. Pilihan terbaikpun yang kita pilih akan menemui rintangannya,” terangnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini mampu membius para santri dalam memahami dan memaknai hakikat isra’ mi’raj.
Santri sangat antusias menyaksikan tausiyah tersebut. Ada banyak pelajaran yang dapat mereka relevansikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ezzy Novita Safitri, salah satu santri Kauman yang hadir mengatakan kebahagiaannya saat menyaksikan tausyiah tersebut.
Kebahagiaan tersebut membuat dorongan semangat dan motivasi dalam menggali ilmu semakin tinggi.
“Ada nuansa haru saat mendengar kisah Rasulullah. Ada cinta disana. Ada rindu yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.
Senang sekali dengan kegiatan ini, selain menjemput kembali cinta kepada Rasulullah kita mendapatkan motivasi untuk bersungguh-sungguh dalam belajar” tutupnya.















