Mantan Petinggi HTI, Ayik Heriansyah tak menampik selama 10 tahun SBY dan Partai Demokrat memimpin Indonesia membuka ruang yang cukup besar bagi HTI dan kelompok-kelompok sejenis lainnya seperti FPI.
Hal itu terbukti mereka begitu leluasa masuk ke dalam tubuh BUMN maupun perusahaan-perusahaan swasta. “Mereka memanfaatkan peluang politik dan kebebasan berekspresi selama 10 tahun (kepemimpinan SBY) itu dengan menginfiltrasi segala lini, baik BUMN maupun swasta,” ujar Ayik.
Sebetulnya, Ayik melanjutkan, organisasinya kala itu berlepas diri terhadap kepemimpinan SBY. Namun, kelemahan SBY yang tak tegas menindak mereka membuat kelompok HTI dan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman memanfaatkan celah tersebut untuk mengembangkan diri. “Sebenarnya HTI itu bersikap Baro, yang artinya berlepas tangan terhadap pemerintahan SBY. Cuma sepertinya saat itu SBY masih ragu-ragu untuk menindak HTI, sehingga HTI di bawah SBY ini kita tahu, bahwa SBY ini sepertinya tidak akan membubarkan mereka,” demikian Ayik.(*)










