Bagaimanakah masa depan umat manusia kelak? Apa yang harus kita lakukan setelah ini? Dan yang terpenting, akankah kita belajar sesuatu dari peristiwa di abad ini?”, sambut Yuka.
Tak hanya berempat, karena turut melibatkan dua sahabat mereka, yakni Dave Lumenta yang mengisi kibor dan synthesizer serta Leonardo Ringo sebagai pengisi vokal latar.
Mengenal kembali The Hours of Silence, band ini adalah Yuka D. Narendra (vokal), Anda Perdana (gitar, vokal), Quiddo Jozal (drum, vokal) dan Rendi Khrisna (bas, vokal).
Grup ini pertama kali dibentuk pada 1990 ketika mereka masih menjadi siswa SMA Pangudi Luhur (PL), Jakarta. Sempat terhenti 2 tahun kemudian saat lulus SMA membuat mereka berpencar, lalu dipersatukan lagi pada 2015 saat tampil di acara reuni akbar.
“Nama The Hours of Silence datang beberapa minggu kemudian. Gue yang mengusulkan ke teman-teman.
Idenya sih lupa dari mana, tapi sejak lama gue selalu ingin punya nama band yang panjang” kata Yuka
Mengawali panggung pertama di PL Fair pada 1990, selanjutnya THOS wara-wiri di berbagai pensi sekolah pada era itu.
Mereka juga sempat mengikuti Jubantara 91, sebuah kejuaraan bergengsi untuk band antar-SMA yang acaranya diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta.
Akhir Februari 1991, THOS masuk studio dan merekam dua buah lagu yang kemudian mereka edarkan dalam format kaset. Untuk sebuah band anak SMA, saat itu mereka cukup populer dan berhasil menjual 500 kopi kaset.
Pada akhir tahun yang sama, mereka kembali merekam tiga lagu yakni Silence Remain, Stand Up dan White Song. Sayangnya, ketiga lagu tersebut tidak pernah sempat rilis, dan hilang begitu saja sebagai demo.
Setelah terpisah lama karena kesibukan masing-masing, akhirnya THOS merilis single Silence Remain yang pernah ditulis dan direkam pada 1991, yang diaransemen untuk kemudian dirilis ulang dalam format sound terbaru pada Februari 2022 lalu.
Kini, mereka mantap untuk kembali bermusik sebagai sebuah grup dan menuangkan pengalaman tak ternilai yang mereka dapatkan dari perjalanan hidup dan karier bermusik masing-masing.
Yuka sebagai produser beragam artis seperti Sketsa dan Voice of Baceprot, Anda sebagai gitaris dan vokalis grup Bunga yang kemudian berkarier solo dan membentuk duo Matajiwa, dan Rendi sebagai anggota kuartet pop rock Bragi- sebuah kolektif yang mengutamakan ekspresi dan eksplorasi sebebas mungkin melalui musik.











