Sementara itu, Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan, untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam, studi ini dibuat menggunakan metode studi literatur.
Dia mengatakan literaturnya diambil dari sumber baik primer maupun sekunder
Dari studi itu diketahui peluang eskalasi volume B2B FMCG di Indonesia pada 2023 masih besar.
Hal ini seiring dengan potensi bisnis UKM Indonesia, pertumbuhan pengguna internet, serta dukungan pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.
“Hasil riset menunjukkan B2B digital sebagai penyedia saluran distribusi dari produsen.
Penjual hingga ke end-user akan menjadi tren yang menyebar di berbagai industri, tak terkecuali FMCG,” kata Bhima.














