Dengan bersinergi dengan FDC pun, sekarang kami memiliki model operasi dan bisnis yang solid untuk memastikan layanan optimal dalam rangka mendukung pertumbuhan UKM di kawasan Filipina.”
Nyatanya, UKM mempunyai kebutuhan keuangan yang lebih besar meskipun dianggap sebagai bisnis dengan kebutuhan keuangan mikro, tetapi terlalu kecil untuk dapat dilayani secara efektif oleh model perbankan umum.
Hal ini dikarenakan UKM seringkali terkendala permasalahan seperti kurangnya agunan dan riwayat kredit yang biasanya dibutuhkan perbankan, sehingga menciptakan kesenjangan kredit keuangan untuk segmen “menengah” ini.
“UKM adalah tulang punggung perekonomian Filipina, menyumbang 35% dari PDB negara dan mempekerjakan lebih dari 60% tenaga kerja lokal.
Namun segmen ini kurang terlayani,” kata Xavier Marzan, Managing Director f (dev) yang mempelopori inisiatif ini. f(dev) adalah anak perusahaan FDC yang bergerak di bidang venture and innovation dan sepenuhnya dimiliki oleh Filinvest Development Corporation.
“Dengan dukungan FDC, Investree Philippines akan memanfaatkan kekuatan teknologi dan data untuk berkembang dan menggunakan model penilaian risiko mumpuni yang akan membantu dan mempercepat proses penilaian kredit di perbankan maupun institusi pinjaman pada umumnya.
Kami ingin terus berinovasi pada kemampuan ini agar dapat membantu lebih banyak bisnis UKM di Filipina ari segi finansial,” tambah Marzan.
Investree didirikan pada tahun 2015 dengan misi mendukung pertumbuhan UKM Indonesia yang kurang terlayani.
















