Mendengarkan aspirasi masyarakat dalam penjaringan bacaleg merupakan salah satu strategi PBB dalam menentukan bacaleg yang akan berlaga di 2024 ini.
“Kita semua harus dekat dengan masyarakat. Kita wajib mendengarkan aspirasi masyarakat dalam upaya penjaringan bacaleg, sehingga dengan itu masyarakat merasa puas ketika merasa terwakilkan di partai PBB,” paparnya
Dia juga menegaskan, bacaleg PBB saat ini berasal dari tokoh masyarakat, adat dan agama, serta tokoh muda, yang selama ini telah berbuat dan berada di tengah-tengah perjuangan rakyat.
“Kita memilih caleg yang sudah berbuat untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya sekedar caleg biasa, karena ini sangat penting jika ia duduk kelak di legislatif,” tambahnya.
Meskipun hanya beberapa dari pengurus, caleg dan simpatisan partai saja yang mendaftar ke KPU, namun itu sudah mewakili seluruh kader partai Bulan Bintang ini karena dalam menyampaikan apa tujuan di media Center KPU, lengkap dengan atribut baik bendera merah putih maupun pataka partai.
“Kami tidak mau euforia membawa banyak kader, karena bisa membuat macet-macet, sehingga masyarakat lain terganggu, karena kita ada untuk membuat masyarakat terbantu bukan untuk terganggu,” tutupnya.
Seperti diketahui bersama bahwa Partai Bulan Bintang (PBB) merupakan partai penerus dari Partai Masyumi yang pernah berjaya pada masa Orde Lama.
Bahkan Partai Masyumi berhasil mengantarkan salah satu Pendiri sekaligus Ketua Umumnya, Muhammad Natsir menjadi Perdana Mentri saat itu.
Saat ini Partai yang didirikan pada 17 Juli 1998 diketuai oleh Profesor Yusril Izha Mahendra Datuak Palinduang Alam yang merupakan putra asli Minangkabau serta Sekretaris Jendralnya, Afriansyah Noor yang baru saja diamanahkan memangku gelar Adat Datuak Rajo Basa.















