Bahkan tujuh orang meninggal karena virus asal Wuhan, China. Presiden Moon Jae-in bahkan meningkatkan peringatan akan virus dari merah ke tertinggi.
Lonjakan penderita ini terjadi di kota keempat terbesar Korsel Daegu, yang memiliki populasi 2,5 juta orang. Musibah dimulai saat seorang wanita berusia 61 tahun, yang menderita demam sejak 10 Februari dan tak tahu ia menderita virus, datang dalam pelayanan di Gereja Shincheonji.
Pelayanan tersebut dihadiri 1.000 orang lebih. Akibatnya saat terkonfirmasi pertama kali, 80 orang jemaat di gereja itu terinfeksi.
Pemerintah setempat meminta warga tidak keluar rumah, jika benar-benar diperlukan. Bahkan kini kota itu kini menjadi “zona perawatan khusus”.
Iran:
Hal yang senada juga terjadi di Iran. Bahkan angka korban tewas corona sudah naik menjadi 12 orang.
Angka ini lebih tinggi dibanding wilayah lainnya di luar China. Armenia, Turki, Yordania, Pakistan dan Afganistan bahkan menutup perbatasan mereka dan membatasi lalu lintas perdagangan dengan Iran.
Mengutip Aljazeera, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, pemerintah Iran mulai menutup dan meliburkan sekolah-sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan atau kebudayaan lainnya. Bahkan acara seni dan penanyangan film di bioskop juga sementara dihentikan.















