Sebelumnya, Iran mengonfirmasi masuknya wabah corona sekaligus melaporkan kematian karena warga pada 19 Februari lalu. Namun menurut pejabat setempat sebagaimana dikutip dari ILNA, penyebaran corona sebenarnya sudah mulai sejak 13 Februari.
Setidaknya kini ada 250 orang dikarantina. Beberapa provinsi meningkatkan kewaspadaan di antaranya Qom, Markazi, Gilan, Ardavil, Kermasnshah, Qazvin, Zanjan, Mazandaran, Golestan, Hamedan, Alborz, Semnan, Kurdistan dan Teheran.
Italia:
Sementara itu di benua Eropa, Italia melaporkan tujuh kematian karena corona. Jumlah orang tertular naik menadi 229 orang.
Ini merupakan kasus terbanyak di Eropa. Bahkan sebanyak 50 ribu penduduk di 11 kota kini diisolasi, sekitar 10 kota di wilayah Lombardy sedangkan satu kota di Veneto.
“Sejujurnya tidak ada yang mengira penyebaran akan begitu agresif,” kata Gubernur wilayah Lombardy, Attilio Fontana, sebagaimana ditulis Reuters mengutip radio setempat.
Penyebaran virus membuat terganggunya sejumlah acara. Di antaranya Milan Fashion Week dan Venice Carnaval. Pertandingan sepak bola serie A juga ditunda.
Ekonom memperingatkan corona bisa menganggu perekonomian. Apalagi Italia adalah negara yang paling banyak dikunjungi wisatawan dengan sumbangan pariwisata mencapai 13% dari PDB.
Italia sudah melaporkan adanya warga positif corona sejak awal Februari. Namun kasus menjadi signifikan sejak 24 Februari kemarin.















