Indra mengatakan, dari sekitar 650 ribu bidang tanah di wilayah Kota Depok sudah dalam bentuk sertipikat.
Oleh sebab itu, kata Indra, sekitar 66% dari jumlah tersebut sudah tercatat secara digital sedangkan sisanya sekitar 34% lagi masih belum di-update ke data digital.
“Kalau yang belum digital ini masih sekitar 150 ribu bidang, dan kita kerjar hingga akhir tahun,” tuturnya.
Menurut indra, dari sekitar 150 ribu bidang tanah yang belum digital ditargetkan sekitar 100 ribu dapat didata ke dalam sistem digitalisasi untuk tahap setahun mendatang.
Proses Digitalisasi Pertanahan dirampungkan BPN Depok
“Sedangkan sisanya sekitar 50 ribu, akan dituntaskan segera setelahnya. Mudah-mudahan proses berjalan lancer, sesuai target,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk wilayah Kota Depok banyak tantangan untuk pencatatan proses digital.















